cooler

Senin, 11 Februari 2013

Ringkasan Ilmu


Mengidentifikasi Peradaban Awal Masyarakat di Dunia yang Berpengaruh Terhadap Peradaban Indonesia

Proses migrasi Ras Proto Melayu dan Deutro Melayu
        Berdasarkan hasil penyelidikan Von Heine Geldenr, pada tahun 2000 SM – 500 SM terjadi perpindahan penduduk Asia ke pulau Selatan daratan Asia(Austronesia). Hal ini diperkuat dengan penemuan beliung batu berbentuk persegi di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi,Malaysia, Myanmar, Vietnam, kamboja,dan Yunani.
        Perpindahan gelombang ke-2 tahun 400-300 SM pada zaman perunggu.Perpindahan ini membawa kebudayaan yang disebut Dong Son. Kedatangan bangsa Ausronesia dari Yunani ke Indonesia pada tahun 2000SM, dan dapat di simpulkan bahwa mereka adalah nenek monyang bangsa Indonesia.
        Alat trasportasi yang digunakan nenek monyang bangsa Indonesia adalah perahu bercadik untuk memasuki nusantara, mereka adalah pelaut sejati dan penemu model asli perahu bercadik.
        Bangsa Melayu dapat dibedakan menjadi dua suku bangsa yaitu:
1.Proto Melayu(Melayu tua)
        Bangsa ini adalah bangsa Austronesia dari Asia yang pertama
  kali dating ke Nusantara tahun 1500 SM, dan melalui 2 jalur yaitu
  jalur barat(melalui Malaysia – Sumatra), jalur timur (melalui Filipina
   – Sulawesi).
        Bangsa ini mempunyai kebudayaan yang lebih tinggi dari
  manusia purba,kebudayaannya disebut Batu Batu/Neolitikum.dan
  benda yang terkenal adalah kaapak persegi. Suku yang termasuk
  keturunannya adalah suku Dayak danToraja.
2.Deutero Melayu(Melayu muda)
        Bangsa ini berhasil mendesak dan berasimilasi dengan
  pendahulunya(proto Melayu). Bangsa ini masuk melalui jalur barat
  (dari Yunani). Kebudayaan merekapun lebih maju karena mampu
membuat barang dadi perunggu dan besi,mereka juga
  mengembangkan budaya Megalithikum(menghasilkan bangunan
  dari batu besar).Suku keturunannya adalah suku Jawa,Bugis,
  Melayu.
Pengaruh budaya Bachason, hoa – Binh, dan Dong son dengan perkembangan budaya awal di Indonesia
1.Bachson Hoabinh.
        Nenek monyang bangsa Indonesia termasuk rumpuan
  Austronesia. Pusat kebudayaan mereka ada di Bachason dan
  Hoabinh di Vietnam. Penyebaran kebudayaan Bachson-Hoabinh
  dengan perpindahan ras papua Melanesoid melalui jalur barat dan
  timur. Saat melalui jalur timur mereka membawa kebudayaan
  kapak pendek.
        Ras papua Melanosoid dating ke Indonesia dengan perahu
 bercabik.Awalnya mereka tinggal di Sumatra dan Jawa,lalu mereka
 pindah ke bagian timur Indonesia.Hasil kebudayaanMesolitikum
 dibuat dari batu dengan cirri: Telah di asah, Bentuknya kecil.
 Mereka sudah hidup menetap dan tinggal di goa – goa dan rumah
 panggung. Sampah dapur mereka bertumpukan di bawah rumah
 panggung yang ebanyakan terbuat dari kulit kerang.Jenisnya
 adalah:
  1. Pebbles
  2. Kapak pendek
  3. Batu gilingan
  4. Kapak proto – neolitikum
  5. Pecahan tembikar
 Wujut seni yang ditemukan adalah lukisan garis sejajar dan lukisan
 seperti mata pada kapak di Dikjokkenmoddinger, lukisan mirip babi
 hutan, lukisan telapak tangan merah.
 Pengaruh kebudayaan Dong Son
        Meningkatnya social ekonomi terjadi pula peningkatan bentuk
 kehidupan terutama dalam pengolahan logam,khususnya besi dan
 perunggu. Zaman perundingan sering disebut zaman kemajuan
 teknologi.
 Perkembangan budaya Sa Huynh
        Bangsa ini menduduki Kalimantan tahun 600SM. Benda
 perunggu yang masuk ke Indonesia melau 2 jalur yaitu:
  1. Jalur darat( melalui Malaysia dan mungthai)
  2. Jalur laut
 Penemuan Sa Huynh terdapat di kawasan pantai Vietnam tengah ke
 selatan sampai di Delta lembah sungai Mekong.Kebudayaan ini
 memiliki banyak persamaan degan tempayan kubur yang kemiripan
 bentuk anting- anting batu bertonjolan(lingking-o). Kebudayaan ini
 yang dapat ditemukan yaitu seperti sekop, tembilang,dan kapak.
 Namun ada pula yang tidak bercorong seperti sabit, pisau, cincin.
 Kebudayaan ini berlangsung 600SM – Masehi.
Hubungan dengan India
        Perkembangan Indonesia tumpang tindih dengan bukti adanya Negara dagang kecil yang muncul paling awal di masa sejarah dan kerajaan yang mendapat pengaruh budaya India di daerah bagian barat.Menjelang abad 7M terdapat bukti bahwa cengkeh dari Maluku telah mencapai Roma melalui pelayaran dan perdagangan.
Budaya logam di Indonesia
        Peninggalan perunggu di Indonesia meningkat akibat kehidupan social ekonomi yang meningkat pula. Benda-benda perunggu yang ditemukan di Indonesia menunjukkan persamaan dengan penemuan di Dong Son.
        Di Indonesia juga di temukan nekara. Nekara tidak haya dari luar Indonesia,terbukti bahwa di temukan cetakan nekara dari batu di desa Manuaba(Bali).

        Di temukan juga benda – benda seperti kapak perunggu, Bejana perunggu, area- area perunggu, perhiasan perunggu. Teknik pembuatan alat- alat dari perunggu ada 2 yaitu:
  1. Teknik bivalve(setangkap): Menggunakan dua cetakan.
  2. Teknik A Cire Perdue(cetakan lilin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar